logo creation
You are not logged in. (Login)
学校主页 学院办公网 Photo Galleries
Skip LoginSkip Skip Berita RSS Feed

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

أهلا وسهلا ومرحبا , selamat datang, welcome to Situs pembelajaran e-learning via Moodle untuk pesantren. Sampel situs e-learning ini sebagai panduan dan sampel membuat situs e-learning sendiri bagi komunitas pelaksana Open, distance and e-learning (o-del) PESANTRENGLOBAL di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. Namun pesantren atau siapaun silahkan ikutan.

Di sini juga kita bisa dapatkan pelajaran penting, misalnya bagaimana membangun sebuah situs berbasis e-learning (pesantren maya) menggunakan Moodle. Hayo siapa mau ikutan, mari bergabung.


  • Bookmark and Share

Course categories

Keterampilan 
 Komputer
 Siaga BencanaSummary
E-Learning 
 Membuat Situs e-LearningThis course allows guest users to enterSummary
 Membuat Website PesantrenThis course allows guest users to enterSummary
Sekolah Online 

Paket B setara SMP 

Kelas VII 
 Agama Islam Kelas VII
 Bhs Indonesia Kelas VII
 Bhs Inggris Kelas VII
 Geografi Kelas VIIThis course allows guest users to enterSummary
 IPA Kelas VII
 IPS Kelas VIISummary
 Matematika Kelas VII

Kelas VIII 
 Bhs Indonesia Kelas VIII
 Bhs Inggris Kelas VIII
 IPA Kelas VIII
 IPS Kelas VIII
 Matematika Kelas VIII

Kelas IX 
 Bhs Indonesia Kelas IX
 Bhs Inggris Kelas IX
 IPA Kelas IX
 IPS Kelas IX
 Matematika Kelas IX
 PPKN Kelas IX

Paket C setara SMA 

Kelas X 
 Agama Islam Kelas X
 Bhs Indonesia Kelas XSummary
 Bhs Inggris Kelas X
 Biologi Kelas X
 Ekonomi Kelas XThis course allows guest users to enterSummary
 Fisika Kelas X
 Geografi Kelas X
 Kimia Kelas X
 Matematika Kelas X
 Pendidikan Jasmani Kelas X
 PPKn Kelas XSummary
 Sejarah Kelas X

Kelas XI 
 Sosiologi Kelas XISummary
 Bhs Indonesia Kelas XI
 Bhs Inggris Kelas XI
 Matematika Kelas XI

Kelas XII 
 GeografiSummary
 Ekonomi Kelas XIISummary
 Sosiologi Kelas XII
 Bhs Indonesia Kelas XII
 Bhs Inggris Kelas XII
 Matematika Kelas XII

Ekonomi XII 
Humanisme Universal 
 Islam dan Multikulturalsme
Majalah 
  Al-Wasathiyyah
Bank Soal 

Paket B 

Tahun 2008/2009 
 Pendidikan Kewarganegaraan Paket B
 Matematika Paket B
 Bhs Indonesia Paket B
 IPS Paket B
 IPA Paket B
 Bahasa Inggris Paket B

Tahun 2007/2008 
 IPS Paket B 2008
 Bahasa Inggris Paket B
 IPA Paket B
 Pendidikan Kewarganegaraan Paket B
 Matematika Paket B

Paket C 

Tahun 2007/2008 
 Sosiologi Paket C
 Ekonomi Paket C
 Bahasa Indonesia Paket C

Tahun 2008/2009 
 Pendidikan Kewarganegaraan Paket C
 Bahasa Indonesia Paket C
 Matematika Paket CSummary
 Ekonomi Paket C
 Sosiologi Paket C
 Geografi Paket C

Tahun 2006/2007 
 Pendidikan Kewarganegaraan Paket C
Materi Agama 
 Nama lengkap kursusSummary

Berita Situs

its me on Pondok Pesantren Al Musri, Cianjur, Jawa Barat
Lulusan TI Banyak yang Mengecewakan
by Kurt Zainuddin - Monday, 18 January 2010, 01:25 PM
 

Lulusan dari kampus TI mengecwakan Waspadalah untuk Anda yang ingin berkiprah di dunia TI (teknologi Informasi). Saat ini lulusan TI banyak yang mengecewakan karena dianggap tidak mampu menjawab persoalan-persoalan dan tugas-tugas di perusahaan padahal nilai IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) mereka sangat tinggi. Fakta ini jelas terungkap dalam sebuah ajang kompetisi pencarian kerja yang digelar JobsDB Career Expo 2010 di Sasana Budaya Ganesha, Tamansari Bandung.

“Banyak pelamar tidak seperti yang kita harapkan. Kita sering kecewa,” ungkap Ahmad Bagus Santoso, HRD PT Indocyber Global Teknologi seperti dikutip detik.com

Menurut Bagus, pencari kerja itu memiliki nilai yang tinggi tetapi pengetahuan dasarnya justru banyak yang tidak bisa.

“IPK (indeks prestasi)-nya tinggi, bagus secara kualifikasi. Tapi saat ditanya hal yang dasar, yang menurut kami mereka mengusainya, mereka tidak bisa. Dan banyak yang seperti ini,” demikian katanya.

“Mungkin karena mereka sekarang cenderung instan, jadi saat ditanya hal yang sangat dasar mereka tidak bisa menjawabnya,” lanjut Bagus.

Dalam pameran tenaga kerja kali ini, ada sekitar 70 perusahaan yang ikut serta. Pada hari pertama, ajang ini dihadiri oleh 5.000 pencari kerja. Ajang ini sendiri berlangsung di Bandung hingga Minggu (17/1/2010).

Berita ini aneh apa benar dari 5000 orang mahasiswa itu semuanya “ora mudeng” (tidak mengerti) dengan masalah dasar tentang TI? Pengetahuan dasar yang dipermasalahkan itu berkaitan dengan apa saja?

Kalau yang dimaksud pengetahuan dasar seputar TI, misalnya pengetahuan hardware: apa itu monitor, apa itu CPU, jaringan LAN, Bagaimana menrangkai semua itu, apa persayaratan sebuah jaringan internet, bagaimana cara menyambung dan mengkoneksikan antara jaringan internet bagaimana memebuat sharing protokol internet dan jaringan di kantor.

Jika memang yang di atas itu pengetahuan dasar, saya yakin lulusan TI tidak semuanya memahami dan mengerti. Sebab masalah di atas adalah persoalan kerja dan praktek lapangan.

Adik Ipar saya baru saja lulus S1 bidang TI. Hampir pasti pertanyaan dasar pada paragraph di atas hanya bisa menjawab apa itu monitor, CPU dan sekitarnya. Jadi tidaklah heran meski lulusan TI namun tidak mampu bekerja bahkan diandalkan.

Solusinya, saya kira perusahaan harus memaklumi anak-anak muda yang belum pengalaman itu. Akan tetapi, mereka memiliki jiwa yang terus ingin berubah. Di sinilah perusahaan bisa mempekerjakan mereka namun masih perlu ada pembimbing untuk menyesuaikan pekerjaan mereka. Seorang ahli ada dalam satu unit, pekerja baru dilatih dan diberikan pendampingan terus menerus hingga mahir.

Kepada para santri yang ingin menguasai TI, ada baiknya sebelum kuliah atau selama mengikuti perkuliahan, sebaiknya aktif dalam isu-isu pengembangan seputar TI. Paling tidak, bisa mengikuti terus perkembangan dunia TI dan yang tidak kalah pentingnya adalah melatih diri agar bisa menangani persoalan-persoalan IT yang mendasar.

Hal-hal mendasar dalam bidang TI adalah masalah infrastruktur jaringan komputer, mengkoneksikan antara komputer dengan internet, bagaimana menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lainnya. Tidak kalah penitngnya adalah bagaimana mengatasi problem software dan hardware di dalam pekerjaan sehari-hari. Misalnya, bagaimana jika printer macet, bagaimana mengatasi komputer lemot, bagaimana jika menghadapi virus dan lain-lain.

Itulah masalah mendasar dan akan ditemui sehari-hari dalam pekerjaan di kantor. So, untuk yang tengah belajar, jangan takut untuk terjun ke dunia TI, dari sekarang persiapkan matang-matang jika ingin berkarir di dunia ini.

Majulah santri TI Indonesia!



its me on Pondok Pesantren Al Musri, Cianjur, Jawa Barat
Menggenjot Kampanye Software Open Source di Pesantren
by Kurt Zainuddin - Friday, 15 January 2010, 02:51 PM
 
Santri LinuxSebagai bentuk dukungan terhadap kampanye penggunaan perangkat lunak legal berbasis open source di Indonesia, Yayasan pondok pesantren SPMAA Turi Lamongan mengadakan sosialisasi dan pelatihan bertajuk 'Bahtsul MasaiLINUX Bersama POS-MOS (Pesantren Open Source – Madrasah Open Source): Dasar-dasar Desktop Ubuntu dan Web Berbasis CMS'.

Menempati Aula Masjid Ruhullah Yayasan Ponpes SPMAA, kegiatan diikuti 30 peserta yang terdiri dari pengelola madrasah dan pesantren, murid/santri, serta komunitas pegiat open source yang ada di Kabupaten Lamongan.

Pelatihan ini dibuka bersama oleh Direktur Yayasan Ponpes SPMAA, Gus H. Khosyi'in Kocoworo Brenggolo, S.Ag., dan Kepala Kantor PDE Kabupaten Lamongan, Drs. Hurip Tjahjono, M.Hum.

Dikatakan Gus Adhim dari sekretariat POS-MOS Yayasan SPMAA, selama sepuluh hari peserta akan belajar dasar-dasar penggunaan sistem operasi dan paket aplikasi komputer berbasis open source.

Distro Ubuntu Muslim Edition atau yang lebih dikenal dengan Sabily sengaja dipilih untuk menyesuaikan komunitas dan lingkungan pesantren. Pelatihan yang didampingi fasilitator dari Yayasan Air Putih ini juga mengajari peserta praktik pengelolaan web berbasis CMS (content management system).

Direktur Yayasan Ponpes SPMAA, Gus Khosyi'in mengharapkan, kegiatan ini bisa menjadi gerakan alternatif dalam upaya menekan angka pembajakan dan pemakaian perangkat lunak illegal di tanah air. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa filosofi dan semangat open source telah lama diterapkan di pondok pesantren SPMAA.

"Sejak awal dirintis oleh Bapa Guru MA. Muchtar tahun 1961, proses pembelajaran di pesantren dan madrasah SPMAA menganut sistem terbuka. Sumber belajar dan peserta bisa datang dari mana saja, sehingga istilah open source bagi kami bukan hanya berlaku pada isu teknologi komputer semata, tapi juga pada falsafah proses pengajarannya," kata Gus Khosyi'in dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Kamis (14/1/2010).

Sementara itu Kepala Kantor PDE Kabupaten Lamongan, Drs. Hurip Tjahjono, M.Hum., menyampaikan apresiasi dan komitmennya untuk mendukung keberlanjutan dari kegiatan POS-MOS ini.

"Kami mewakili institusi pemerintah siap bekerjasama dengan berbagai elemen masyarakat dan komunitas agar kampanye open source ini semakin meluas sehingga target tahun 2011 sebagai tenggat akhir migrasi penggunaan opensource bisa tercapai," jelasnya.

Pesantren Open Source – Madrasah Open Source (POS MOS) merupakan program inisiatif Yayasan Ponpes SPMAA yang dideklarasikan pada tanggal 20 Agustus 2009. Program yang menyasar pesantren dan madrasah se-Indonesia ini bertujuan membantu pemerintah dalam kampanye Indonesia Go Open Source (IGOS).

"Selain berfungsi sebagai wadah komunitas pesantren/madrasah pengguna open source, program POS-MOS juga mengemban misi pengembangan pesantren dan madrasah terutama dalam pemanfaatan sumber daya," imbuh Gus Adhim.

Penggunaan istilah POS-MOS merujuk pada filosofi, semangat dan gerakan open source: Ilmu, pengetahuan, teknologi terbuka dan boleh dinikmati siapa saja untuk sebesar-besarnya kemakmuran umat dunia akhirat. Secara umum visi POS-MOS adalah 'Menjadikan Pesantren dan Madrasah Sebagai Institusi Pendidikan Terbuka, Mudah, Murah, Mardhatillah, dan Menjangkau Semua'.


Hingga saat ini kegiatan yang telah digelar POS-MOS antara lain: sosialisasi ke pesantren/madrasah melalui event rutin 'Bahtsul MasaiLINUX Bersama POS-MOS', silaturahmi antar komunitas open source, advokasi ke pemerintah, penggalangan dukungan lewat group di Facebook dan juga hibah komputer bagi sekolah melalui kampanye 'Satu Komputer Untuk Ma'had & Madrasah' atau disingkat SERUMAH. ( ash / ash )

Sumber: detikinet.com

its me on Pondok Pesantren Al Musri, Cianjur, Jawa Barat
Evaluasi Odel dan E-Learning
by Kurt Zainuddin - Tuesday, 23 June 2009, 06:06 PM
 
Evaluasi tahap kedua, pelaksana open, distance and e-learning yang digagas oleh International Center for Islam and Pluralism (ICIP) atas dukugnan dari Ford Fondation dilaksankan tiga hari mulai tanggal 15 s/d 18 Juni 2009 bertempat di Hotel Bumi WIyata, Depok. Salah satu agendanya adalah mengoptimalkan penggunaan e-learning untuk pesantren.

Selama ini pelaksanaan e-learning telah berjalan sejak awal program dicanangkan pada 2007. Melalui perguruan tinggi terkemuka, para peserta program dilatih di kampus UI. Mereka mendalami LMS dan kemudian pelaksanaan e-learning distance itu telah berjalan terutama dalam melalui situs www.pesantrenglobal.org/LMS yang dikelola langsung oleh ICIP.

Untuk mengoptimalkan penggunaan e-learning di pesantren masing-masing, maka para peserta ingin dikenalkan cara pengelolaan yang lebih intensif dan komprehensif. Karena itulah pihak krue ICIP membuat program e-santri sebagai situs sampel yang bisa dititiru oleh pesantren, seperti dalam pembuatan situs pesantren yang dibuat sendiri dan sampelnya terdapat pada www.ict.pesantrenglobal.org

Pelaksanaan evaluasi itu sendiri diikuti oleh 8 pesantren yang tergabung dalam pesantren global. Terdiri dari Pesantren dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. Para peserta workshop itu berasal dari:


1. PP Nurul islam, Jember Jawa Timur
2. PP. Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur
3. PP. Hasyim Asy'ari, Bangsri, Jepara, jawa Tengah
4. PP. Roudhatul Falah, Sidorejo Pamotang, Rembang, Jawa Tengah
5. PP. Al Mizan, Cibolerang, Majalengka, Jawa Barat
6. PP. Miftahul Huda Al Musri, Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat
7. PP. Al Kenaniyah, DKI Jakarta
8. PP. An Nizomiyah, Sukamaju, Labuan, Pandeglang, Banten

Dalam waktu tiga hari ada sesi satu hari setegah membahas pemanfaatan ICT pesantren dengan membuat e-learning sendiri. Mereka berasalan bahwa pesantren merupakan representasi dalam masalah keagamaan yang masih dapat dipercaya. Karenanya, LMS sebagai media belajar masa depan, pesantren perlu mengadopsinya dan mulai memanfaatkan media tersebut sebagai alternatif pembelajaran yang dapat membantu para user yang tidak bisa ikut dalam program pesantren.

Rekomendasi itu kemudian diputuskan dalam sesi akhir, bahwa masing-masing pesantren akan menerapkan e-learning sebagai salah satu konten pembelajaran yang bisa diakses via online.

Program yang telah dikenalkan kepada mereka adalah Moodle, sebuah LMS yang open source yang bisa didapat dan didownload gratis. Pihak pesantren hanya perlu memiliki SDM yang bisa menanganinya.

Karenanya, pada sesi kemarin, peserta workshop dan evaluasi itu, diberikan sebuah contoh situs e-learning yang sudah jadi dan dipraktekkan langsung. Mereka kemudian bersama-sama mempelajari bagaimana menjadi guru online di situs yang dibuat khusus untuk pelatihan tiga hari itu. Situs itu bernama e-santri.co.cc

Situs e-learning itu dibuat oleh krue ICIP dan dijadikan sebagai sampel untuk pesantren. Meskipun dengan keterbatasan waktu, dibanding saat pengenalan konsep e-learning dan penataanya bisa diikuti dan sekaligus dipraktekkan.

Namun masih banyak kendala yang dihadapi pesantren dalam pembuatan situs e-learning sebagai pelaksanaan program Odel. Apalagi setelah kerjasama dengan ICIP berakhir kurang lebih 10 bulan ke depan. Bagi pesantren yang cukup memiliki infrastruktur akan siap menanganinya namun bagi pesantren yang jauh dari jangkauan aliran listrik akan dipertimbangkan.(kurt)





Skip


Skip


Skip Calendar

Calendar

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 Today Wednesday, 10 March 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31    
Skip Pengunjung

Pengunjung

Skip Reconstruction

Reconstruction

Situs Learning Management Systems (LMS) e-pesangtrenglbal.org masih dalam rekonstruksi. Mohon maaf pada bagian tertentu masih belum lengkap. Silahkan menakses situs e-learning yang sudah berjalan sejak lama.
1. LMS berbasis Dokeos
2. LMS berbasis Moodle
3. LSM under reconstruction.


Skip Online Users

Online Users

(last 5 minutes)
None
Skip Upcoming Events

Upcoming Events

There are no upcoming events
Skip Pesan tamu

Pesan tamu


e-PesantrenGlobal | wishing to be santri anywhere, created by: ICIP-PesantrenGlobal mail: info@icipglobal.org